About

kursor

Japanese Flag
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Nasib Malang Kuda Poni Sumbawa



Kuda poni atau kuda anjing terdapat di Nusa Tenggara Barat seperti di Pulau Sumbawa. Kelestariannya kini terancam. Memang tak ada data pasti berapa jumlah kuda yang sering dijadikan sovernir oleh mereka yang datang diluar Pulau Sumbawa.
Diperkirakan populasi kuda poni tak lebih dari seribu ekor. Sementara itu, upaya penangkaran oleh masyarakat setempat belum dilakukan secara optimal. Beginilah keceriaan anak-anak saat mengendarai kuda poni atau biasa disebut sebagai kuda anjing.
Sepintas kuda yang merupakan kebanggaan masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini lebih mirip sebagai anjing.

Tinggi tubuhnya dibawah satu meter, berbulu lebat. Populasi kuda poni diperkirakan hanya berada di Nusa Tenggara Barat tepatnya di Pulau Sumbawa yang meliputi daerah Sumbawa, Dompu dan Bima.

Tidak ada data yang pasti mengenai jumlah populasi kuda yang kerap dijadikan suvernir bagi masyarakat di luar Sumbawa. Namun diperkirakan tak lebih dari seribu ekor.

Dimasa lalu, kuda poni dianggap sebagai hewan keramat oleh sebagian besar masyarakat Sumbawa. Bentuk fisik yang berbeda dengan kuda kebanyakan dianggap bisa mendatangkan berkah maupun bencana bagi yang tidak mempercayainya.

Namun mitos tersebut sekarang tampaknya tidak berlaku seiring berakhirnya kepercayaan masyarakat Sumbawa dari animisme kepada agama dan semakin tingginya tingkat pendidikan.

Sebagian besar masyarakat Sumbawa menganggap bentuk fisik kuda poni lebih dikarenakan adanya kelainan genetika sebagaimana yang terjadi pada manusia.

Masyarakat Sumbawa sendiri tidak menaruh harapan besar terhadap hewan ini. Karena bentuk fisiknya yang kecil sehingga sulit digunakan untuk membantu aktivitas masyarakat seperti bertani atau sebagai sarana angkutan massa.

Karena itu tak heran, jika upaya penangkaran kuda ini jarang dilakukan masyarakat setempat. Walaupun tidak mendapat perhatian khusus, namun kuda poni menjanji incaran masyarakat kelas menengah atas.

Hewan ini kerap dijadikan sebagai hewan peliharaan dan hewan kesayangan layaknya seekor anjing. Di tempat-tempat kursus berkuda, kuda poni digunakan untuk melatih anak-anak berkuda. Jenis yang paling diminati adalah kuda jantan yang tingginya tidak lebih dari satu meter, umurnya sekitar 2 tahun.

Jumlah kuda poni yang keluar dari Sumbawa tak sebanding dengan perkembangbiakan kuda itu sendiri. Dikhawatirkan di masa mendatang, kuda poni terancam punah dan hanya tinggal nama saja.

Meski tak ada pelarangan jual beli kuda poni, kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Diharapkan masyarakatpun aktif melaporkan keberadaan kuda poni yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa.
Semoga kepedulian Pemda dan masyarakat setempat didukung semua pihak dalam melestarikan kuda ini dapat tercapai. Karena eksistensi suatu daerah dapat dipertahankan apabila mampu melestarikan identitas daerahnya. (Sup)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar